Sabtu, 25 September 2010

Tomodachi daisuki

Kata-kata yang terucap tidak bisa ditarik kembali. Lebih sulit bagiku, karena kau lebih muda dariku. Karena itu kuserahkan keputusannya di tanganmu.
Ternyata memang lebih sakit dari yang kupikirkan, saat kau bilang “ maaf”.
Waktu yang berhenti , waktu yang berjalan tapi tidak kusadari. Karena dunia berputar dengan dirimu sebagai porosnya. Meskipun begitu yang kupikirkan adalah aku harus bergerak maju, karena aku tidak mau terjebak dalam pikiranku sendiri yang masih berharap kau berpaling padaku.
Entah berapa lama waktu yang kuperlukan untuk melupakanmu, tapi pasti bisa kulakukan. Meskipun mungkin sementara yang bisa kulakukan adalah mengganggumu sampai batas aku bisa menerima rasa benci pada diriku sendiri, dan akhirnya aku bisa melepaskanmu dengan tenang.
Lalu sampai suatu hari kau mengulurkan tangan dan mengatakan sesuatu yang terdengar sebagai,
“ Teman ??”
Aah !!
Ternyata begitu, tidak masalah bagiku, selama kau tidak membenciku. Tidak masalah kerena dengan begitu dunia terasa berputar kembali.
Aku menyadari satu hal, aku tidak akan bisa memaksakan perasaan pada orang lain.
Tidak bisa memberi pada orang yang tidak ingin menerima.
Tidak bisa memaksakan persahabatan kalau memang orang itu tidak menginginkannya.
Ada hal yang tidak bisa kau dapat, meskipun kau berusaha sekuat tenaga.
Kuberikan teman padamu, kalau kau ingin seorang teman. Aku tidak akan melewati batas yang telah kau pasang.
Udara yang tidak terlihat olehku tetap ada, tidak terlihat tidak bisa digenggam, tapi aku tetap akan hidup karenanya.
Aku tetap akan berjalan maju. Tikungan di depan apa yang menungguku, aku tidak tahu. Kuharap sesuatu yang menyenangkan. Tapi kurasa apapun itu aku akan bisa melewatinya. Karena Tuhan bersamaku, dan bertemu denganmu membuat aku semakin kuat.
Perasaanku adalah milikku sendiri yang tidak akan diambil orang. Yang perlu kulakukan sudah kulakukan, yang perlu kukatakan sudah kukatakan. Sebisa mungkin jangan sampai menyakitimu. Lalu aku akan bisa berjalan ke depan dengan berani.
Kalau kau adalah udara. Maka aku adalah matahari.
Kenapa tidak?
Bahkan bumi juga lahir dari ledakan.
Teman, terimakasih karena membuatku kuat.

1 komentar:

  1. kutulis waktu lagi patah hati. hihihihi ^ ^
    lucu juga ternyata.

    BalasHapus